Senin, 12 Oktober 2009

Kesaksian Para Pengguna OTeM

Kesaksian Para Pengguna OTeM

1. Suatu hari seorang anak muda datang dengan menggunakan kaca mata yang cukup tebal, ternyata penglihatan matanya sangat lemah yaitu MINUS 7, ada PLUS dan juga SILINDER. Setelah menggunakan OTEM kira-kira baru seminggu, pemuda tersebut datang dan mengeluh kalau kepalanya sering pusing. Kami menyarankan untuk memeriksakan matanya ke dokter mata.Setelah diperiksa ternyata minusnya berkurang 2 point sekarang jadi minus 5, karenanya kacamatanya sudah tidak cocok ladi.Setelah diganti kacamatanya sakit kepalanyapun hilang.

2. Seorang Bapak menderita katarak.Setelah menggunakan OTEM beberapa hari penglihatannya malah semakin gelap.Kami menyarankan agar Bapak tersebut sabar untuk menghadapi reaksi tersebut -insya Allah- hanya sementara. Reaksi tersebut sangat mengkhawatirkan Bapak tersebut dan hampir saja Bapak tersebut putus harapan. Alhamdulillah ternyata setelah berlalu kira-kira 2 minggu penglihatannya berangsur-angsur pulih dan kotoran putih yang menghalangi penglihatannya sedikit demi sedikit pudar seperti mengelupas. AllahuAkbar.

3. Seorang Bapak rumah tangga dari Pare Kediri punya ayam jago matanya terluka (tertusuk taji sewaktu bertarung). Karena luka di matanya semakin parah maka ayam tersebut tidak bisa melihat lagi. Bapak pemilik ayam tersebut mendengarkan tentang kemujaraban obat tetes mata OTEM , maka beliau mencoba untuk meneteskan pada mata ayamnya. Hasilnya dalam waktu tidak sampai satu bulan mata ayam sembuh dan sekarang sudah bisa melihat dengan normal.

4. Ada seorang Petani di Sukoharjo Tanggamus Lampung yang matanya tertusuk ilalang kira-kira 2 tahun yang lalu.Selama masa itu berobat ke dokter, walaupun menghabiskan banyak dana tapi kondisi matanya tetap saja selalu berair dan penglihatannya semakin lama semakin melemah.Melihat matahari pagi hari terasa silau yang sangat kuat dan sakit. Malam hari tidak bisa melihat jalan dengan jelas dan buta warna.Membaca Al-Qur'an yang tulisannya cukup besarpun terasa tidak jelas. Setelah mencoba OTEM baru satu minggu dengan dosis 2 x tetes sehari pagi dan malam sebelum tidur -Subhanallah- malam haripun sudah bisa melihat dengan jelas dan juga sudah mampu membedakan warna.

5. Ada seorang anak bayi kira-kira umur 1 tahun dari Kebon Nanas Jakarta menderita kanker otak, kepalanya membesar . Suatu hari anak ini menangis sepertinya kesakitan.Salah seorang sales kami melihat kejadian itu berinisiatif meneteskan OTEM ke mulut bayi tersebut . Dalam waktu sangat singkat bayi itupun tertidur dengan pulas.

6.Saya - Bapak Faishal- pernah mencoba untuk mengelas dengan las listrik.Setelah mengelas mata langsung berair terus dan terasa pedih dan agak membengkak bahkan dalam beberapa jam saja saya sudah tidak bisa membuka mata lagi karena sangat pedih bila dibuka.Segera malam hari itu saya teteskan OTEM -Alhamdulillah- pagi harinya saya sudah bisa bekerja seperti biasanya.

Last Updated ( Tuesday, 03 February 2009 09:41 )

Apa itu OTEM



otem merupakan ramuan alami & islami, yang digali dari al qur'an & al hadits, diramu dari herbal berkualitas unggul dari berbagai negara yang diadopsikan dari madu.

komposisi :

jinten hitam (habbatus-sauda), madu, kurma ajwah (kurma nabi), serta herbal berkhasiat lainnya.

khasiat utama :

1. menyehatkan mata
2. meredakan peradangan mata
3. menormalkan mata (-) dan (+), silinder
4. menerangkan penglihatan
5. membersihkan selaput mata/ katarak
6. membantu kesembuhan organ dalam


Isi :
15 mg

POM TR : 073 671 001
catatan:

setelah otem diteteskan ke mata akan tersa pedih/perih untuk beberapa saat (kurang lebih 2 menit), sabar dan kedip-kedipkan, dalam waktu singkat akan keluar cairan warna putih (kotoran mata). setelah itu mata terasa ringan dan pandangan menjadi terang atau bening.

alhamdulillah, fakta membuktikan telah banyak yang menanggalkan kacamatanya setelah menggunakan otem, terhindar dari operasi katarak, bahkan otem mengatasi penderita gloukoma

aturan pakai:

untuk perawatan : 1 tetes tiap mata setiap pekan
terapi : 1 tetes tiap mata 3 x sehari

Kamis, 01 Oktober 2009

Penyakit hati (hepatitis)

PRIMA SAUDA PLUS RACIKAN RAHASIA DAN TEPAT HABBATUSSAUDA + + SAMBILOTO + UMBI DAUN DEWA INSYA ALLAH SEGALA MACAM PTEMULAWAKENYAKIT HATI / HEPATITIS BISA DIOBATI. AMIN.
HABBATUSSAUDA OBAT SEGALA MACAM PENYAKIT KECUALI KEMATIAN (HR. BUKHARI - MUSLIM) MADU OBAT YANG MENYEMBUHKAN BAGI MANUSIA (QS: AN-NAHL: 69)
KONSULTASI DAN PEMESANAN HUB BIN MUHSIN DI HP: 085227044550 / 021-91913103 email / YM: binmuhsin_group@yahoo.co.id
===

Penyakit hati (hepatitis) adalah suatu penyakit yang menyerang liver.

Medis belum mengetahui secara jelas penyebab penyakit hati.

Namun, orang yang menderita hepatitis kemungkinan:

Mempunyai satu di antara beberapa kelainan, di antaranya adalah infeksi jaringan liver yang disebabkan oleh virus

  1. Memiliki sejarah sakit pada fungsi hati akibat keracunan
  2. Pernah mengalami kerusakan fungsi hati karena darah tidak tersuplai dengan baik ke organ-organ lain
  3. Sistem imunitas tubuh yang kacau sehingga menyebabkan kinerja hati tidak optimal
  4. Mengalami trauma pada jaringan abdomen di area liver.


A. Virus penyebab hepatitis:

  1. Epstein Barr Virus
  2. VaricellaChickenpox
  3. Cytome galovirus (CMV)


B. Gejala-gejala:

  1. Demam tinggi
  2. Diare berkepanjangan
  3. Otot-otot yang sakit dan nyeri
  4. Kehilangan gairah dan berat badan turun drastis
  5. Sering mengigau


C. Hepatitis dibagi menjadi tiga golongan:

1. Hepatitis A

Hepatitis ini disebabkan oleh virus hepatitis A (HAV) dan banyak diderita oleh anak-anak. Virus menyebar melalui feses dan air kencing, atau alat makan yang terinfeksi oleh virus tersebut. Efek yang ditimbulkan oleh jenis hepatitis ini memang tidak besar, tapi diharapkan ibu-ibu terus memantau kesehatan anak-anaknya.

2. Hepatitis B

Hepatitis B disebabkan oleh virus Hepatitis B (HBV) yang memiliki jangkauan lebih lebar dalam penyebarannya.

  1. Virus ini menyebar melalui darah, sperma, cairan vagina, air mata, dan urin.
  2. Tranfusi darah yang telah terkontaminasi virus hepatitis juga bisa menularkan hepatitis B.
  3. Penggunaan bersama-sama alat suntik narkoba memungkinkan seseorang tertular hepatitis B.
  4. Aktivitas seksual yang tidak sehat juga bisa memicu terjadinya hepatitis jenis ini
  5. Ibu yang terinfeksi virus Hepatitis B juga bisa menularkan kepada janinnya.

3. Hepatitis C

Hepatitis C disebabkan jika terjadi kontak darah langsung antara seorang penderita dengan orang lain. Gejala-gejala yang ditimbulkan hampir mirip dengan penderita hepatitis A dan B. Namun sudah menjurus kepada penyakit liver kronis.
Jika ini diderita seseorang, salah satu jalan menyembuhkannya adalah dengan transplantasi liver.

Hepatitis C bisa terjadi karena:

  1. Bertukar alat saat memakai narkoba
  2. Pemakaian alat tato yang tidak higienis
  3. Transfusi darah yang sudah tercemar virus hepatitis
  4. Transmisi antara ibu ke janin.
  5. Kontak seks yang tidak sehat


Pencegahan :

  1. Bergaya hidup sehat dan menjaga higienitas alat-alat pribadi.
  2. Selalu waspada terutama saat minum di restoran atau ketika berenang di kolam umum.
  3. Mengontrol selalu air minum agar minumlah air yang telah direbus
  4. Selalu mencuci tangan sebelum makan, terutama setelah melakukan aktivitas dari toilet
  5. Bersihkan WC atau kamar mandi dengan cairan antiseptik.

Konsumsi Gula Berlebih, Liver Terancam

PRIMA SAUDA PLUS RACIKAN RAHASIA DAN TEPAT HABBATUSSAUDA + TEMULAWAK + SAMBILOTO + UMBI DAUN DEWA INSYA ALLAH SEGALA MACAM PENYAKIT HATI / LIVER / HEPATITIS BISA DIOBATI. AMIN.
HABBATUSSAUDA OBAT SEGALA MACAM PENYAKIT KECUALI KEMATIAN (HR. BUKHARI - MUSLIM) MADU OBAT YANG MENYEMBUHKAN BAGI MANUSIA (QS: AN-NAHL: 69)
KONSULTASI DAN PEMESANAN HUB BIN MUHSIN DI HP: 085227044550 / 021-91913103 email / YM: binmuhsin_group@yahoo.co.id
===
Rabu, 01 November 2006 16:22
KapanLagi.com - Kecurigaan bahwa minuman ringan yang mengandung gula terlibat dalam perkembangan penyakit liver bertambah kuat dengan hasil percobaan pada hewan yang dilaporkan dalam pertemuan tahunan "American Association for the Study of Liver Diseases (AASLD)" di Boston.

Dr. Ina Bergheim, dari University of Hohenheim di Jerman, dan rekan-rekannya, menguji dampak air yang diberi gula pada liver tikus.

Sebagian hewan memiliki akses bebas ke air gula, sementara yang lain diberi cairan yang berisi pemanis buatan.

Hewan yang diberi minuman berkadar gula makan lebih sedikit makanan, tapi memiliki konsumsi kalori secara keseluruhan lebih banyak dan berat badannya bertambah.

Pemeriksaan liver hewan tersebut memperlihatkan penyakit liver akibat lemak lebih umum ditemukan dalam kelompok yang diberi air gula, terutama ketika hewan itu mendapat jenis gula yang disebut fructose.

"Data ini mendukung perkiraan bahwa konsumsi fructose dalam jumlah besar bukan hanya merusak liver melalui konsumsi yang berlebihan, tapi mungkin secara langsung meracuninya," demikian kesimpulan kelompok Bergheim dalam abstraksi laporan mereka.

Dr. Adrian Di Bisceglie, pemimpin Komite Kebijakan Masyarakat di AASLD dan pengajar Internal Medicine di St. Louis University, menyatakan wabah kegemukan telah ikut bertanggung jawab atas meningkatnya prevalensi penyakit liver di Amerika Serikat.

Ia menyatakan konsumsi sirup jagung fructose dalam jumlah besar, dalam makanan seperti minuman ringan, telah melonjak selama satu dasawarsa terakhir.

"Studi ini menyarankan bahwa penyakit liver bukan hanya konsekuensi dari kegemukan atau konsumsi lemak", tapi gula juga menjadi salah satu penyebabnya. (ant/rit)

Kejang Demam atau Epilepsi?

HABBAT`S SEHAT + PRIMASAUDA PLUS = SANGAT AMPUH MENCEGAH DAN MENGOBATI EPILEPSI
PRIMA SAUDA PLUS RACIKAN RAHASIA DAN TEPAT HABBATUSSAUDA + TEMULAWAK + SAMBILOTO + UMBI DAUN DEWA INSYA ALLAH SEGALA MACAM PENYAKIT BISA DIOBATI. AMIN.
HABBATUSSAUDA OBAT SEGALA MACAM PENYAKIT KECUALI KEMATIAN (HR. BUKHARI - MUSLIM) MADU OBAT YANG MENYEMBUHKAN BAGI MANUSIA (QS: AN-NAHL: 69)
KONSULTASI DAN PEMESANAN HUB BIN MUHSIN DI HP: 085227044550 / 021-91913103 email / YM: binmuhsin_group@yahoo.co.id
===
By Republika Newsroom
Kamis, 20 Agustus 2009 pukul 11:20:00

TANYA:

Assalamualaikum wr.wb. Yth dr. Handrawan, anak saya yang keempat seorang laki-laki sekarang brusia 9 tahun, mengalami penyakit kejang demam atau Fibrel Seizure berdasarkan hasil diagnose terakhir dari Dr. Phuah R.S Month Elizabeth. Dengan kronologisnya sebagai berikut:

Sejak usia 3 tahun anak saya, jika mengalami panas tinggi akan mengalami step/kejang. Jika ini terjadi saya bawa ke RS atau kelinik terdekat dan oleh Dokter biasanya diberi oksigen dan obat penurun panas. Saat dia berusia 6 tahun, saya meminta bantuan/nasehat kepada salah seorang Dokter yang menjabat Kepala Dinas di Bogor.

Oleh dokter tersebut direkomendasikan agar dibawa ke Dokter Spesialis Anak yang juga di Bogor. Pada bulan Maret 2006 saya bawa anak saya ke dokter tersebut dan oleh Dokter Anak tersebut setelah memeriksa anak saya dan menginterview saya, diberinya pengantar supaya di bawa ke Rumah Sakit Ibu dan Anak untuk ditangani oleh dokter Specialis Syaraf anak.

Oleh Dokter ahli Syaraf anak tersebut, anak saya di diagnose menderita epilepsi (ini tercatat di buku catatan medis anak saya), padahal saat itu sang Dokter belum meminta kami untuk melakukan pemeriksaan EEG dan CT Scan atas anak kami tersebut. Tampaknya kesimpulan diagnosa epilepsi sepertinya hanya didasarkan pada interview sang dokter kepada saya dan memeriksa secara fisik anak saya tersebut,

Selanjutnya oleh Dokter Ahli Syaraf Anak tersebut, anak saya diberi obat Depakene dengan dosage 2 kalisehari 5 cc, pagi dan malam. Bahwa selama dua tahun meminum obat tersebut dan kontrol rutin setiap 1 atau 2 bulan, anak kami tidak kambuh lagi kejangnya karena dia tidak pernah mengalami panas tinggi.

Namun, pada bulan April 2008, sang Dokter menurunkan dosis obat Depakene tersebut dari 5 cc 2 kali sehari,menjadi 3 cc 2 kali sehari, anak saya sempat terserang kejang lagi saat panas, dan saya laporkan hal itu kepada Dokter Ahli syaraf tersebut, namun oleh Dokter dosage obatnya diturunkan lagi menjadi 1,5 cc hanya malam saja.

Sejak saat itu anak saya rentan sekali terkena kejang, jika panas, (padahal dahulu tidak serentan ini). Pada bulan Juli 2008 anak saya terserang lagi kejang saat dia terkena radang tenggorok dan diopname di RS Ibu dan Anak di Depok selama satu minggu dan ditangani oleh Dokter Syaraf Anak, dan oleh Dokter tersebut diminta untuk dilakukan pemerikaan CT Scan dan EEG di rumah sakit yang cukup terkenal di Jakarta selatan, dan hasil Ct Scan dan EEG-nya tidak ditemukan kelainan.

Namun sang Dokter memberikan obat Topamax Sprinkle 15 Mg diminum 2 kali sehari, ternyata obat tersebut tidak ada pengaruhnya, bahkan yang menyedihkan, waktu kita tanya ada apa/penyakit apa yang diderita anak saya dan apa ada temuan dari pemeriksaan CT Scan dan EEG, dokter tersebut malah marah dan mengeluarkan kata-kata yang tidak enak
didengar. Sepertinya dalam mendiagnosa Dokter Ahli ini merujuk kepada diagnosa yang dibuat oleh Dokter Ahli Syaraf yang Pertama yang dari RS Ibu dan Anak Bogor.

Akhirnya setelah melalui searching di Internet saya membawa anak saya ke R.S Month Elizabeth dan disana ditangani oleh Dr. Phuah Huan Kee, dimana setelah dilakukan pemeriksaan fisik, wawancara dengan saya dan isteri, pemeriksaan EEG dan MRI anak saya didiagnosa bukan penderita epilepsy, melainkan Fibrel Seizure.

Sedikit tambahan, hasil EEG pertama bulan April 2006 normal begitupun EEG ke 2 (juli 2008) dan ke 3 (April 2009) juga normal, sedangkan hasil CT Scan pertama April 2006 ditemukan Lesi hypodence pada Occipital Kanan (slice 5), Ct Scan ke 2 (juli 2008) normal/tidak ditemukan kelainan dan hasil MRI di Singapura juga tidak ditemukan bukti epilepsy.

Dokter Handrawan yang terhormat, gara-gara didiagnosa menderita Epilepsi, hubungan saya dengan isteri menjadi terganggu dan kami saling curiga siapa yang mempunyai keturunan epilepsi.

Pertanyaan saya, dalam bulan ini dan bulan lalu anak saya mengalami demam 2 kali dan saat suhu tubuhnya tinggi 38, + dia sempat kejang, tapi sekitar 5 detik sadar kembali, mengapa ini masih terjadi ?

Apa yang harus saya lakukan dan kemana lagi harus saya bawa anak saya ini? Atas jawaban Dokter saya ucapkan terimakasih dan saya sangat berharap dokter berkenan memberikan jawaban yang selengkapnya. Wassalamu’alaikum wr.wb

Muhammad Yusuf --muhxxxxxxxxxxxx@xxxxxxx.xx.id

JAWAB :

Assalamualaikum wr.wb. Membaca riwayat penyakit, pemeriksaan yang pernah dilakukan, dan obat yang diberikan, hemat saya memang ada kelainan di bagian otak. Ada bagian yang rusak (hypodense) pada wilayah otak tertentu. Bagian inilah yang menjadi titik pemicu serangan kejang (seizure). Maka dokter Singapura mendiagnosisnya sebagai "kejang demam" (febrile convulsion), karena tidak tampak kelainan pada EEG maupun CT Scan yang menunjuk kepada suatu jenis epilepsi yang spesifik.

Kita tahu, epilepsi terjadi apabila ada lepas muatan listrik otak yang muncul tiba-tiba, dan berulang sehingga menimbulkan jenis kejang-kejang yang khas. Itu artinya ada bagian otak yang rusak. Kerusakan bisa karena memang bawaannya sudah begitu pada bagian tertentu otak, atau sebagai akibat dari hal bukan sebab bawaan, seperti apabila otak kekurangan zat oksigen, pernah terinfeksi, ada tumor, atau pernah stroke.

Berbeda halnya dengan kejang demam. Jenis kejang ini bukan sebab lepas muatan listrik otak seperti ayan. Kejang yang terpicu oleh hadirnya demam, dan kejangnya tidak khas seperti ayan.

Kejang demam umumnya sembuh sendiri setelah anak berumur 6 tahun. Bila setelah umur 6 tahun anak tetap masih kejang, ada kemungkinan akan menderita suatu epilepsi (epilepsy trigger by fever).

Pada kasus anak Anda, saya kira, oleh karena pemicu kejangnya benar demam, maka selalu harus siaga setiap kali demam datang. Di rumah selalu sedia obat antidemam yang diracik dengan antikejangnya.

Obat langsung diberikan begitu anak mulai demam. Bahkan tak perlu menunggu sampai suhu tubuh meningkat. Sebelum demam meningkat, obat langsung diberikan. Maksudnya agar kejang dapat dibatalkan. Mengapa? Oleh karena setiap kali terserang kejang, sejumlah sel otak akan mati. Makin sering kejang terjadi, makin berkurang kapasitas otak. Dan itu tidak boleh terjadi.

Saran saya minta dokter membuatkan obat antidemam yang diracik antikejang. Pola dan gaya hidup anak perlu lebih tertib dalam segala hal. Jadwal makan, tidur, jeda, dan tidak terlampau letih.

Hilangkan stigma bahwa anak Anda seorang epilepsi, bukan saja karena sebetulnya epilepsi itu bukan suatu aib. Epilepsi bukan karena kutukan atau apa lainnya. Ia penyakit yang sama dengan penyakit lainnya. Dan anak perlu sugesti kuat, mendapat rasa percaya diri besar, dan sekaligus mengubah mindsetnya. Apa pun penyakitnya, ia bisa sama berpestasi dengan anak lain yang tidak memiliki penyakit itu. Wassalamualaikum wr.wb.

dr Handrawan Nadesul

JANGAN ANGGAP REMEH DYSENTRI

PRIMA SAUDA PLUS RACIKAN RAHASIA DAN TEPAT HABBATUSSAUDA + TEMULAWAK + SAMBILOTO + UMBI DAUN DEWA INSYA ALLAH SEGALA MACAM PENYAKIT DYSENTRI BISA DIOBATI. AMIN.
HABBATUSSAUDA OBAT SEGALA MACAM PENYAKIT KECUALI KEMATIAN (HR. BUKHARI - MUSLIM) MADU OBAT YANG MENYEMBUHKAN BAGI MANUSIA (QS: AN-NAHL: 69)
KONSULTASI DAN PEMESANAN HUB BIN MUHSIN DI HP: 085227044550 / 021-91913103 email / YM: binmuhsin_group@yahoo.co.id
===
angan Anggap Remeh Disentri
Hembing Wed, 08 Feb 2006 08:19:00 WIB

Disentri merupakan peradangan pada usus besar yang ditandai dengan sakit perut dan buang air besar yang encer secara terus menerus (diare) yang bercampur lendir dan darah. Berdasarkan penyebabnya disentri dapat dibedakan menjadi dua yaitu disentri amuba dan disentri basiler. Penyebab yang paling umum yaitu adanya infeksi parasit Entamoeba histolytica yang menyebabkan disentri amuba dan infeksi bakteri golongan Shigella yang menjadi penyebab disentri basiler.

Kuman-kuman tersebut dapat tersebar dan menular ke orang lain melalui makanan dan air yang sudah terkontaminasi kotoran dan juga lalat.
Parasit Entamoeba hystolytica hidup dalam usus besar, parasit tersebut mempunyai dua bentuk, yaitu bentuk yang bergerak dan bentuk yang tidak bergerak. Parasit yang berbentuk tidak bergerak tidak menimbulkan gejala, sedangkan bentuk yang bergerak bila menyerang dinding usus penderita dapat menyebabkan mulas, perut kembung, suhu tubuh meningkat, serta diare yang mengandung darah dan bercampur lendir, namun diarenya tidak terlalu sering.

Disentri basiler biasanya menyerang secara tiba – tiba sekitar dua hari setelah kemasukan kuman/bakteri Shigella. Gejalanya yaitu demam, mual dan muntah-muntah, diare dan tidak napsu makan. Bila tidak segera diatasi, dua atau tiga hari kemudian keluar darah, lendir atau nanah dalam feses penderita. Pada disentri basiler, penderita mengalami diare yang hebat yaitu mengeluarkan feses yang encer hingga 20-30 kali sehari sehingga menjadi lemas, kurus dan mata cekung karena kekurangan cairan tubuh (dehidrasi). Hal tersebut tidak bisa dianggap remeh, karena bila tidak segera diatasi dehidrasi dapat mengakibatkan kematian. Gejala lainnya yaitu perut terasa nyeri dan mengejang.

Penyakit ini umumnya lebih cepat menyerang anak-anak. Kuman – kuman masuk ke dalam organ pencernaan yang mengakibatkan pembengkakan dan pemborokan sehingga timbul peradangan pada usus besar.

Penderita disentri harus segera mendapat perawatan, yang perlu dihindari adalah mencegah terjadinya dehidrasi karena dapat berakibat fatal. Dalam keadaan darurat, dehidrasi yang ringan dapat diatasi dengan pemberian cairan elektrolit (oralit) untuk mengganti cairan yang hilang akibat diare dan muntah-muntah. Oralit dilarutkan dalamm 200 cc air matang, diaduk dan diberikan sedikit demi sedikit dengan sendok kepada penderita. Apabila oralit tidak tersedia, dapat membuat larutan campuran gula dan garam (1 sendok teh gula + ¼ sendok teh garam, dilarutkan dengan 200 cc air hangat) atau bisa juga dengan meminum air kelapa. Apabila dehidrasi cukup berat, setelah diberi oralit atau larutan campuran gula dan garam sebagai pertolongan pertama, sebaiknya penderita di bawa ke rumah sakit untuk diberikan perawatan.

Langkah pencegahan yang dapat dilakukan untuk mengantisipasi penyakit disentri yaitu dengan memperhatikan pola hidup sehat dan bersih, seperti selalu menjaga kebersihan makanan dan minuman dari kontaminasi kotoran dan serangga pembawa kuman, menjaga kebersihan lingkungan, membersihkan tangan secara baik sesudah buang air besar atau menjelang makan atau ketika memegang makanan yang akan dimakan.

Tumbuhan obat yang dapat digunakan untuk membantu mengatasi disentri dan diare diantaranya mempunyai efek sebagai adstringent (pengelat) yaitu dapat mengerutkan selaput lendir usus sehingga mengurangi pengeluaran cairan diare dan disentri, selain itu juga mempunyai efek sebagai antiradang, dan antibakteri.

Berikut ini beberapa jenis tumbuhan obat yang dapat digunakan untuk mengatasi diare, yaitu :

1.PATIKAN KEBO (Euphorbia hirta)
Khasiat & Efek : sebagai antiradang. Berkhasiat mengatasi disentri basiler, disentri amuba, diare, gangguan pencernaan, radang usus, dan lain-lain.

2.DAUN JAMBU BIJI (Psidium guajava)
Khasiat & Efek : sebagai astringent/pengelat (mengerutkan selaput lendir usus sehingga dapat mengurangi pengeluaran cairan), anti-diare, disentri, anti-radang, dan menghentikan pendarahan.

3.SAMBILOTO (Andrographis paniculata)
Khasiat & Efek : sebagai antiradang, antibakteri, penawar racun. berkhasiat mengatasi diare, disentri basiler, radang usus, dan lain-lain.

4.KUNYIT (Curcuma longa)
Khasiat & efek : sebagai anti-radang, anti-bakteri, astringent/pengelat. Berkhasiat mengatasi disentri, diare, radang usus, gangguan pencernaan, dan lain-lain.

5.KROKOT (Portulaca oleracea)
Efek & khasiat : antiradang, menurunkan panas, antitoksik. Untuk disentri, diare akut, radang usus buntu, dan lain-lain.

6.KULIT DELIMA (Punica granatum)
Khasiat & Efek: sebagai astingent/pengelat, anti-diare dan disentri, antibakteri.

7.TEH (Thea chinensis)
Khasiat & efek : sebagai pengelat usus/astringent, anti-bakteri. Teh pekat Berkhasiat mengatasi diare, disentri, radang usus, gangguan pencernaan.
Dosis : 10-15 gram kering atau 60-120 krokot segar, direbus, airnya diminum.

8. DAUN SENDOK (Plantago major)
Efek & Khasiat : sebagai antiradang, berkhasiat mengatasi diare, disentri panas, disentri basiler, gangguan pencernaan, dan lain-lain
Berikut contoh ramuan tumbuhan obat yang dapat digunakan untuk membantu mengatasi disentri.

Resep 1.
30 gram patikan kebo segar + 20 gram kunyit + gula merah secukupnya, direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, disaring, airnya diminum 2 kali sehari, setiap kali minum 150 cc.

Resep 2.
30 gram daun jambu biji segar + 5 gram teh, direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, disaring, airnya diminum 2 kali sehari, setiap kali 150 cc.

Resep 3.
10 gram sambiloto kering + 15 gram kulit delima kering + gula aren, direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, disaring, airnya diminum 2 kali sehari, setiap kali 150 cc.

Resep 4
60 gram krokot segar + 30 gram daun sendok segar, direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, disaring, airnya diminum 2 kali sehari, setiap kali 150 cc.

Catatan :
Untuk perebusan gunakan panci enamel, panci kaca atau periuk tanah.
Pilih salah satu resep, dan tetap konsultasi ke dokter.

Sumber: CBN


Flu Misterius dan Disentri Serang PNG, 47 Tewas

PRIMA SAUDA PLUS RACIKAN RAHASIA DAN TEPAT HABBATUSSAUDA + TEMULAWAK + SAMBILOTO + UMBI DAUN DEWA INSYA ALLAH SEGALA MACAM PENYAKIT DYSENTRI BISA DIOBATI. AMIN.
HABBATUSSAUDA OBAT SEGALA MACAM PENYAKIT KECUALI KEMATIAN (HR. BUKHARI - MUSLIM) MADU OBAT YANG MENYEMBUHKAN BAGI MANUSIA (QS: AN-NAHL: 69)
KONSULTASI DAN PEMESANAN HUB BIN MUHSIN DI HP: 085227044550 / 021-91913103 email / YM: binmuhsin_group@yahoo.co.id
===

PORT MORESBY, (PRLM).- Sedikitnya 47 orang meninggal dan 2.000 lainnya terinfeksi flu misterius dan disentri yang merebak di wilayah pedalaman Papua Nugini (PNG).

Menurut Theo Likei, penasihat Kesehatan provinsi, Senin (31/8), dari 47 orang itu, 27 di antaranya warga desa di Distrik Menyamya, Provinsi Morobe, dan meninggal akibat penyakit flu yang belum terindentifikasi sejak 3 Agustus lalu. Sementara 20 lainnya meninggal akibat terserang disentri.

"Influenza yang masih misterius dan mewabahnya penyakit disentri juga telah melanda 12 perdesaan dan menyebabkan sakit sedikitnya 2.000 orang," ungkap Theo Likei.

"Dari jumlah 47 korban meninggal itu, hampir 90 persen adalah warga Desa Akwanda, di mana 95 persennya dilaporkan terkena flu dan terinfeksi disentri," ujar Theo menambahkan.

Sementara itu, di kawasan terpisah, penyakit kolera juga menewaskan tujuh orang dewasa dan menyebabkan 73 lainnya sakit.

Belum diketahui secara jelas, apakah warga yang terserang flu itu akibat flu babi atau oleh strain lain. Menurut Eigil Sorensen, perwakilan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk PNG, WHO telah mengambil sampel orang yang terfinfeksi dari sejumlah desa, dan hasil pengujiannya akan disampaikan dalam beberapa hari ke depan.

"Kami belum menutup kemungkinan kalau para korban meninggal karena terkena flu babi yang merebak di areal pedalaman. Akan sedikit mengejutkan jika memang akibat virus H1N1 (flu babi). Akan tetapi jumlah korban sakit parah sangat banyak dan lebih tinggi dari normal, sehingga kami memandang penyebaran penyakit ini sangat serius," kata Eigil Sorensen. (A-43/das)***

http://www.pikiran-rakyat.com/index.php?mib=news.detail&id=95896